Menu

Minggu, 22 April 2012

Curhat Colongan (Curcol)



Bersyukur atas Nikmat Perbedaan[i]
Oleh: Dedi Prestiadi
Pernahkah kita berfikir tentang sebuah perbedaan?, Pernahkah kita bertanya kenapa Tuhan menciptakan makhlukNya tidak dalam keadaaan yang sama?. Kalo kita mau berkhayal andai saja Tuhan dulu menciptakan makhlukNya secara sama mungkin kita tidak akan terlahir di dunia ini. Yah, coba saja kita renungkan sejenak, apakah mungkin kita akan terlahir dari seorang ibu saja tanpa seorang ayah atau kita terlahir dari ayah tanpa ibu. Atau kita coba membayangkan jika di bumi ini semua sama, dari wajah, jenis kelamin, warna kulit dan lain sebagainya. Hemss, rasanya  aneh banget kan jika dunia seperti itu. Lantas apa maksud tuhan menciptakan sebuah perbedaan?
Senja hari saat saya dan sahabat-sahabat saya berkumpul bersama. Salah satu temanku berkata, “Kenapa di dunia ini tak ada makhluk ciptaan Tuhan yang sama ya?, meskipun orang kembar  ibarat pinang dibelah dua saja pasti ada perbedaannya”.  Lalu secara spontan teman saya menjawab, “Nanti jika sama semua malah akan repot, bisa-bisa bertukar istri atau suami dong? Kan bisa gawat, ya ga?”. “Hahahahaaa…” seketika kami tertawa dengan lepas. Eh, tapi memang benar juga sih, coba deh kamu bayangin andai saja semua makhluk ciptaan Tuhan sama, pasti kita tidak bisa mensyukuri apa yang ada pada diri kita.
Setelah itu saya berjalan pulang ke rumah, saya masih saja teringat pembahasan tentang obrolah tadi. Baru sebentar saya melangkah meninggalkan tempat ini, tiba-tiba dari sisi jalan raya ada seorang pemuda duduk disamping jalan dengan pakaian yang kusam dan memegang sebuah tongkat untuk menopang tubuhnya yang terlihat kumuh, dari tangannya terlihat memegang sebuah botol plastik kecil dan secara perlahan dengan langkah yang tertatih-tatih pemuda itu mendekati setiap pengguna jalan raya. Dengan muka memelas terlihat ia memohon belas kasihan. Tiba-tiba mukannya terlihat bersedih karena terlihat tidak ada orang yang peduli dengannya.
Tak berapa lama pemuda itu mendekati kepada saya, lantas saya sangat terkejut melihat pemuda tersebut dengan keadaan fisik yang sangat terbatas dia mengais kepingan receh dari orang-orang yang melintasi jalan raya. Hatiku bergetar melayu melihat betapa beratnya perjuangan hidup pemuda itu. Saya  sangat bersyukur pada Tuhan ternyata saya bisa beruntung diberikan hidup yang lebih nikmat dibandingkan dengan orang-orang yang kurang beruntung.  
Dari situlah kini saya tersadar akan apa itu perbedaan. Ternyata Tuhan memberikan perbedaan pada kita supaya kita mau merenungi dari setiap perbedaan. Andai saja Tuhan tidak membuat perbedaan pada kita maka kita akan kesulitan melihat kelebihan dan kekurangan pada diri kita. Kita akan mudah bersyukur jika kita mampu melihat perbedaan kita dengan orang lain yang kurang beruntung atau nasib dan perbuatannya tidak jauh lebih baik dari kita. Tetapi, juga sebaliknya terkadang kita kurang bersyukur jika melihat diri kita tidak lebih baik dari orang lain. Seringkali kita mengucapkan, “Kenapa saya tidak sebaik dia?” atau ucapan, “Tuhan itu tidak adil kenapa dia  kaya, cakep dan pintar, sedangkan saya miskin, jelek dan bodoh”.
Melihat hal seperti itulah sudah sepantasnya kita selalu bersyukur. Tuhan Menciptakan perbedaan bukan tanpa makna, tetapi Tuhan memberikan kita nikmat perbedaan yang dari sinilah hidup akan semakin berwarna dan indah. Sudah pastilah kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat perbedaan!.




[i] Karya ini sudah di bukukan dalam buku yang berjudul “Curhat Colongan Sahabat Inspirasiku” yang diterbitkan oleh leutikaprio bulan April 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar