Menu

Kamis, 05 April 2012

Setangkai Do’a di Sepertiga Malam

Setangkai Do’a di Sepertiga Malam
Dedi Prestiadi

Ya Rabb sepenuhnya jiwa ini aku serahkan padaMU
Hanya kepadaMu sujud ini aku persembahkan, di sepertiga malamini izinkanlah aku membasahi sajadahku akan limbangan air mata yang menetes deras dari pipiku, semoga Engkau berkenan mengampuni segala khilafku.
Ya Rabb, dengan menyebut namaMu yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ku awali semua langkahku dengan seuntai Basmalah yang tertanam di muara sukma. Tuhan engakaulah Dzat yang maha mulia. Engkaulah pangeran kehidupan raja dari segala raja yang mengatur semua kehidupan ini. Enkaulah sang maha pencipta pemilik semua alam raya. Tanpa kuasaMu-lah aku tak akan ada di dunia ini.
Seusai rembulan menggelar cahayannya di sepertiga malam, ku jemput angin malam dengan basuhan air suci yang mengalir bersama do’a-do’a yang menyetubuhi kulit ariku. Meski malam terus menggigil tersulut kabut, dan angin memelukku dengan eratnya, tak sekalipun aku berfikir untuk menyudahi sepertiga malam ini tanpa menggelar seuntai do’apun.
Di sepertiga malam ini kubentangkan do’a-do’a padaMu ya Rabb diatas sajadah kerinduan akan kasihsayangMu. Tuhan kaulah tempatku mengadu dan berserah diri. Ku rebahkan jiwa dan sukmaku di sepertiga malam yang mati hanya padaMu, karena aku tahu jika semua yang ada padaku hanyalah milikMu.
Ya Rabb,… izinkanlah aku menggelar seuntai do’a di sepertiga malam ini. Lalu akan ku terbangkan beribu-ribu harapan bersama do’a sampai membentur bulan. Lalu biarlah malaikat malam memunguti do’a yang berguguran dari cakrawala kesunyian. Disini aku termenung sunyi berbalut dosa-dosa bersama bayang-bayang kelamku.
Ya Rabb… dengarkanlah do’aku ini. Izinkanlah aku menitipkan setangkai do’a yang berbalut peluh kepada malaikat malam. Maafkan Aku ya Rabb... aku yang dulu khilaf ,aku yang dulu mendustakan nikmatmu. Kini aku tersadar bersama cahaya rembulan malam yang sinarnya menusuk hatiku yang kufur. KalamMu begitu merdu menari dalam relung jiwaku yang gundah saat aku baca Surah Ar-Rahman. aku seakan tercambuki oleh dosa-dosaku yang lalu.
Subhanallah berkali kali Kau ucapkan “nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?”  aku terdiam. Ada apa-kah? kenapa Tuhan sampai mengulang berkali-kali ayat itu. Dalam keheningan aku terus mencari jawabnya. Aku tak bisa menahan peluh saat aku teringat aku tak bisa bersyukur akan karuniaMu.
Aku selalu istiqomah bersujud dalam lima waktuMu. Tapi kenapa hatiku masih saja kalut berselimut nafsu. Aku berdzikir kepadaMu tapi kenapa jiwaku masih kikir. Aku beristighfar tapi kenapa hatiku masih lapar dan liar. Oh Tuhan sudihkan Kau memaafkan dosa-dosa ku ini?? Sudikah Kau menerima setangkai do’a ku ini?? Oh Tuhan dengarlah do’aku bersama tetesan peluh yang gugur dari kelopak mataku.
Aku tahu Engkau maha pengasih dan penyayang. Tetapi aku tak mau menjadi manusia yang merugi yang mengkufuri nikmat dariMu. Tuhan berikanlah aku cahayaMu yang mampu menyibakkan gelapnya hatiku. Tuhan dengarkan dan terimalah do’aku bersama semilir angin yang berdzikir. Lewat do’a di sepertiga malam ini aku memohon padaMu ya Rabb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar